Selasa, 05 Juni 2012

INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL

 
INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL

          Di dalam suatu negara, terutama di negara yang sedang berkembang, modal merupakan salah satu syarat utama dalam mencapai kemajuan ekonomi. Dengan modal itulah para pelaku ekonomi dapat meningkatkan kemampuan produksinya, dan sebaliknya kekurangan modal akan menghambat proses produksi.

1. INVESTASI
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.
Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting. Upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan yaitu:
  1. Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri.
  2. Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas.
  3. Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penanam modal asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia.  
  4. Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan pengkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkata produktifitas.
  Faktor yang mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian suatu negara, antara lain:
  • Prospek ekonomi di masa yang akan datang. 
  • Keuntungan yang dicapai perusahaan.  
  • Perubahan dan perkembangan teknologi.  
  • Kestabilan perekonomian negara.
  • Tingkat suku bunga.
2. PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN)
          Penanaman modal dalam negeri adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri. Ketentuan penanaman modal diatur dalam Undang-undang No. 25 Tahun 2005 tentang Penanaman Modal.
          Penanaman modal dalam negeri dapat dilakukan oleh perseorangan warga negara negeri, badan usaha negeri, dan/atau pemerintah negeri yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Penanaman Modal Dalam Negeri:
  • potensi dan karakteristik suatu daerah
  • budaya masyarakat
  • pemanfaatan era otonomi daerah secara proporsional
  • peta politik daerah dan nasional
  • kecermatan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan lokal dan peraturan daerah yang menciptakan iklim kondusif bagi dunia bisnis dan investasi 
Manfaat Penanaman Modal Dalam Negeri, yaitu:
  • mampu menghemat devisa
  • mengurangi ketergantungan terhadap produk asing
  • mendorong kemajuan industri dalam negeri melalui keterkaitan ke depan dan keterkaitan ke belakang
  • memberikan kontribusi dalam upaya penyerapan tenaga kerja
3. PENANAMAN MODAL ASING (PMA)
          Penanaman Modal Asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanaman modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanaman modal dalam negeri.
Penanaman modal asing dapat dilakukan oleh perseorangan warga negara asing, badan usaha asing, dan/atau pemerintah asing yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia.
Beberapa alasan yang melatarbelakangi Negara Indonesia masih membutuhkan uluran penanaman modal asing, yaitu:
  • Kemampuan menabung masyarakat Indonesia belum sempurna, sehingga kebutuhan modal dalam negeri masih kurang.
  • Masih banyak sektor yang belum dapat dikelola sendiri oleh tenaga manajemen dalam negeri.
  • Belum efisiennya produksi untuk jenis-jenis komoditi tertentu, sehingga lebih menguntungkan jika diserahkan pengelolaanya pada investor asing.
  • Meskipun masih sedikit, kita dapat belajar dan mencoba proses transfer ‘kemampuan’ dari para perusahaan multinasional tersebut, disamping perusahaan tersebut banyak juga turut membantu pemerintah dalam membuka pusat usaha baru ditempat-tempat yang selama ini jauh dari kegiatan ekonomi.



Sumber:
DIGITAL BOOKS Tahun Ajaran ATA Tingkat 1 Universitas Gunadarma

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar