Rabu, 20 November 2013

MENGAPA HARUS ZAHIR ?



MENGAPA HARUS ZAHIR ?

Zahir Accounting adalah sebuah software akuntansi keuangan berbahasa Indonesia, fleksibel, berfasilitas lengkap dan berdayaguna tinggi, yang dirancang agar tepat dengan kebutuhan usaha kecil dan menengah di Indonesia. Berbasis Windows 98/2000/NT/XP/Vista/7.

Software yang dikembangkan oleh PT Zahir Internasional ini merupakan software akuntansi keuangan Indonesia terbaik, penuh inovasi, yang sangat berbeda dengan software akutansi lainnya. Mempermudah pembukuan, dimana seluruh jurnal akuntansi dan laporan keuangan dibuat secara otomatis tanpa perlu mengerti teori akuntansi yang mendalam. Mempermudah dalam mengambil keputusan bisnis, karena dilengkapi berbagai analisa laporan keuangan perusahaan, seperti analisa rasio, break even point analysis, berbagai grafik dan laporan interaktif yang menarik dan terintegrasi. Zahir Accounting Software lebih tepat disebut 'business management software'. Software akuntansi lainnya hanya dirancang untuk mencatat jurnal transaksi, membuat laporan laba rugi dan laporan neraca, yang hanya mudah digunakan oleh mereka yang mengerti teori akuntansi, Zahir Accounting mudah digunakan oleh siapa saja.

Zahir Accounting Ver. 1.0 dibuat pertama kali pada tahun 1996 dan pada tahun 1997, mulai dikembangkan versi 2.0 dan mulai dipasarkan pada tahun 1999. Software ini telah digunakan lebih dari 2000 perusahaan kecil maupun perusahaan besar dengan 30.000-an user di Indonesia dan telah memperoleh beberapa penghargaan, yaitu:
1.      Penghargaan Menkominfo Tahun 2002-2004
2.      Penghargaan Presiden RI Tahun 2003
3.      Penghargaan Enterprise 50 Tahun 2006
4.      Juara Pertama Teknopreneur award Tahun 2008
5.      ISO 9001:2008 Tahun 2010

Zahir Accounting dikembangkan di Indonesia, sehingga lebih mengenal kebutuhan pasar Indonesia daripada software import, diantaranya :
1.      Bahasa Indonesia
2.      Lebih mudah digunakan
3.      Sistem akuntansi sesuai standar Indonesia
4.      Sistem perpajakan
5.      Jumlah digit transaksi hingga 15 digit
6.      Fasilitas giro mundur
7.      Dijual secara rakitan
8.      Fasilitas unik yang hanya ada di software mahal, seperti: Serial Number, Lot Number dengan Expire Date, Sinkronisasi Data Antar Cabang, Auto Purchase order, dan berbagai fasilitas unik lainya.
9.      Laporan bisa diklik
10.  Tim support Zahir Accounting ada di Indonesia

Beberapa kelebihan Zahir Accounting dari sofware accounting lainnya dari aspek fasilitas:
1.      Mudah digunakan oleh non akuntan.
2.      Desain user interface menarik dan mudah dipahami.
3.      Faktur dan laporan dapat didesain.
4.      Laporan dapat diemail dan diexport ke berbagai format.
5.      Menggunakan database client server.
6.      Fasilitas dan kapasitas dapat dipilih sesuai kebutuhan.
7.      Berbagai grafik dan analisa bisnis interaktif.
8.      Laporan dapat diklik untuk melihat detail transaksi (Audit/Drill-down).
9.      Seluruh transaksi dapat diedit dan dihapus.
10.  Berbagai opsi fasilitas advance, seperti:
– Multi Currency, multi price, multi discount
– Serial number
– Lot number dan expire date
– Giro mundur
– Sinkronisasi data antar cabang melalui internet dial-up
– Predictive input (menginput transaksi berulang secara otomatis)
– dll.


 
Sumber:
http://www.zahiraccounting.com/
http://zahiraccounting.com/id/

Minggu, 17 November 2013

Timnas U-19, Indonesia Bangga

Timnas U-19, Indonesia Bangga

Ketika yang senior tak kunjung berprestasi, maka sekumpulan remaja ini  pun mempertontonkan permainan dan semangat bertarung yang menawan, mimpi dan harapan itu dipindahkan ke timnas U-19.

Sampai bulan lalu, hampir tak ada orang yang tidak tahu siapa itu Evan Dimas, Ilham Udin Armiyn, Maldini Pali, dan nama-nama lain di timnas U-19 itu. Tentu saja, karena mereka tidak beredar di kompetisi lokal yang mengusung cap profesional, lumrahnya mendapatkan ekspos besar dari media, dan dari mana pemain-pemain timnas diserap.

Anak-anak muda itu baru beberapa tahun melepas statusnya sebagai ABG adalah anak-anak SSB, pemain-pemain amatir, yang berasal dari berbagai daerah, dan jauh dari gambaran bahwa pemain sepakbola adalah profesi yang mapan secara ekonomi.

Latar belakang keluarga selalu menjadi cerita menarik untuk diketahui, walaupun sejatinya bukan itu yang dicari oleh masyarakat Indonesia penggila sepakbola. Yang mereka tahu, sampai bulan lalu, anak-anak muda itu ternyata memperlihatkan sesuatu yang menjanjikan, yang selama ini entah terbang ke mana dari dunia sepakbola di tanah air: prestasi.

U-19 tentu saja bukan level yang prestisius, bahkan sampai U-21 sekalipun. Tapi sepakbola di level usia ini penting karena merupakan sebuah ukuran proses pembinaan dan perkembangan seorang pemain bola. Khusus buat Indonesia, yang mana istilah "pembinaan usia muda" dinilai jalan di tempat, keberhasilan "Garuda Muda" menjuarai Piala AFF U-19 membuka mata bahwa harapan itu selalu ada. Malahan itu menguatkan sebuah tesis bahwa dalam hal bakat, Indonesia memiliki bibit-bibit yang bisa bersaing dengan negara-negara lain. Dalam banyak turnamen yunior, rekam jejak anak-anak "Merah Putih" sesungguhnya terbilang bagus. Contoh paling akhir adalah, selain Piala AFF U-19, wakil Indonesia di Danone Nations Cup, yang disebut-sebut sebagai Piala Dunia-nya untuk anak-anak usia 10-12 tahun, berhasil menduduki peringkat kedelapan dari 32 negara.

Timnas U-19 ini harus diakui memang sangat menjanjikan. Kalangan pengamat maupun masyarakat awam bersepakat bahwa tim ini bisa bermain, baik secara fisik maupun taktik. Pelatih Indra Sjafri, yang dikenal gemar blusukan ke pelosok-pelosok untuk mencari pemain-pemain muda berbakat, layak diberi credit point dalam hal ini.

Yang paling kentara adalah, euforia yang seketika terbentuk setelah tim ini menjuarai Piala AFF bulan lalu, mencerminkan betapa masyarakat kita haus dan dahaga pada prestasi. Kemenangan dan menjadi juara sudah lama menjadi mimpi besar bangsa ini di dunia sepakbola, setelah terakhir kali meraihnya 22 tahun silam. So so long ago.

Harus diakui, kecintaan masyarakat Indonesia pada timnasnya sungguh luar biasa, dan sering kali bikin geleng-geleng kepala. Pada sebagian orang, harapan untuk melihat timnas jadi juara tak pernah padam, betapapun berkali-kali itu pula mereka mesti kecewa. Maka timnas U-19 ini seperti oasis di gurun pasir, laksana matahari jam setengah enam pagi, yang datang untuk menyirnakan kegelapan malam.


 
Sumber:
http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2013/10/12/124443/2385225/1490/timnas-u-19-sebagai-investasi-sepakbola-indonesia

Moralitas Pelajar Zaman Sekarang

Moralitas Pelajar Zaman Sekarang

Moral berasal dari bahasa latin yaitu mores kata jamak dari mos yang berarti adat kebiasaan. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, moral diartikan sebagai susila. Moral adalah hal-hal yang sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang wajar.

Pelajar masa kini sepertinya lupa dengan perilaku atau moral mereka. Globalisasi dan Modernisasi memberikan perubahan moral kepada pelajar masa kini. Dengan adanya perkembangan teknologi membuat pelajar kini menjadi lebih individual dan tidak memperdulikan oranglain. Pelajar kini hanya melihat kemajuan yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi informasi, mereka tidak melihat dampak negatif yang ditimbulkannya.

Seorang pelajar seharusnya dapat memilih mana yang seharusnya diikuti dan mana yang tidak boleh diikuti. Kemajuan teknologi melahirkan pelajar-pelajar yang egois dan kurang mementingkan moral mereka. Moral mereka seperti hilang secara perlahan.

Penyebab menurunnya moralitas pelajar:
  • Longgarnya pegangan terhadap agama. Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini membuat pelajar lupa dengan ibadah mereka kepada Tuhan.
  • Kurang efektifnya pembinaan moral yang dilakukan oleh rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
  • Budaya yang materialistis, hedonistis dan sekularistis.
  • Ingin mengikuti trend masa kini.
  • Kurangnya pendidikan Agama dan moral.
  • Himpitan ekonomi yang membuat para remaja stress dan butuh tempat pelarian
Solusi permasalahan moral pelajar masa kini:
  • Meningkatkan iman dan takwa para pelajar agar moral mereka tetap baik.
  • Mengadakan pembinaan moral sejak dini oleh rumah tangga, sekolah maupun masayakat.
  • Menanamkan hidup lebih baik dan tidak mencerminkan budaya materialistik, hedonistis dan sekularistis.
  • Mengikuti trend masa kini dengan bijak dengan adanya filter (penyaring) agar tidak terjerumus ke hal-hal yang menurunkan moral pelajar.
  • Pemerintah membuat peraturan bagi pelajar yang berlaku immoral dan memberikan sanksi yang semestinya.
  • Perkembangan tentang globalisasi dan informasi harus terus diikuti oleh orang tua.
Maka bagi pelajar haruslah bijak dan dapat memilih-milih yang mana yang baik dan tidak baik. Sehingga pelajar tak akan terjerumus ke hal-hal yang tidak baik.


Sumber:
http://nassamothree.blogspot.com/2012/05/menurunnya-etika-dan-moral-di-kalangan.html

PENERAPAN JAM MALAM DI DKI JAKARTA

PENERAPAN JAM MALAM DI DKI JAKARTA

Sebagai langkah antisipasi anak di bawah umur berkeliaran pada tengah malam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menerapkan jam malam bagi pelajar. Saat ini, rencana pemberlakukan jam malam bagi pelajar sedang dikaji oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. Penerapan jam malam menurutnya akan berdampak baik karena orangtua siswa akan lebih mengawasi anak-anak mereka. Dengan begitu para siswa pun tidak mempunyai alasan untuk tidak belajar atau pergi keluar bersama teman-teman mereka.

Peraturan terkait jam wajib belajar malam diatur Pemprov DKI Jakarta di dalam Perda Nomor 8 Tahun 2006 Pasal 7 Ayat 3 tentang Sistem Pendidikan. Di dalam Perda itu menjelaskan, orangtua berkewajiban untuk mendidik anaknya sesuai kemampuan dan minatnya serta menetapkan waktu belajar setiap hari di rumah bagi anaknya dari pukul 19.00 sampai 21.00.

Adapun dampak positif dari penerapan jam malam ini seperti : menunjang sistem belajar siswa, lebih banyak waktu para siswa untuk beristirahat, memiliki waktu luang bersama keluarga, dan orangtau lebih mudah mengawasi anak-anak mereka.

Namun ada pula dampak negatif dari penerapan jam malam ini, seperti : sulitnya bagi para siswa yang bersekolah jauh dari rumah, keterbatasan untuk melakukan hal-hal yang harus mereka kerjakan (kerja kelompok, bimbel, dsb), dan kurangnya fasilitas transportasi yang menunjang siswa untuk pulang lebih cepat.

Penerapan jam malam di Ibu kota ini dinilai memberikan perngaruh yang positif, meskipun begitu ada beberapa pihak yang kurang setuju dengan dikeluarkan perda tersebut.



Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/05/1426234/Siswa.Jakarta.Dukung.Jam.Malam.asal.